Poltekkes Kemenkes Semarang Perkuat Daya Saing Dosen melalui Coaching Penyusunan Proposal Pengabdian kepada Masyarakat

Semarang – Komitmen untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat terus diperkuat oleh Poltekkes Kemenkes Semarang. Melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M), institusi ini menyelenggarakan Coaching Penyusunan Proposal Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dosen dalam menyusun proposal yang unggul, inovatif, dan kompetitif dalam memperoleh pendanaan tingkat nasional.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Poltekkes Kemenkes Semarang dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat yang berbasis hasil penelitian, berorientasi pada penyelesaian masalah kesehatan, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Acara diawali dengan laporan Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Runjati, Bdn., M.Mid, yang memaparkan perkembangan capaian pengabdian kepada masyarakat sekaligus menegaskan pentingnya peningkatan kualitas proposal sebagai faktor utama dalam meningkatkan keberhasilan memperoleh hibah pendanaan nasional. Menurutnya, proposal yang disusun secara sistematis dan berbasis kebutuhan masyarakat akan menghasilkan program yang lebih tepat sasaran, berkelanjutan, serta memberikan manfaat yang lebih luas.

Selanjutnya, Wakil Direktur Poltekkes Kemenkes Semarang, Dr. BEDJO SANTOSO, S.Si.T, M.Kes, memberikan arahan kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga merupakan wujud kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kesehatan nasional. Oleh karena itu, setiap program pengabdian diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang aplikatif, berbasis bukti ilmiah, dan menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Untuk memperkuat kompetensi peserta, coaching menghadirkan tiga narasumber yang memiliki pengalaman luas dalam pengembangan program pengabdian kepada masyarakat di tingkat nasional maupun internasional.

Sesi pertama disampaikan oleh Dr. Drajat Tri Kartono, M.Si melalui materi "Metodologi Penyusunan Proposal Pengabmas dan Pengabmas Desa Binaan." Pada sesi ini peserta memperoleh pendalaman mengenai tahapan penyusunan proposal yang komprehensif, mulai dari identifikasi masalah, penyusunan metodologi, perencanaan program, hingga pengembangan desa binaan yang berkelanjutan dan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Materi kedua disampaikan oleh Prof. Dr. Sc. agr. Ir. Didik Sulistyanto dengan topik "Strategi Pengabmas Dalam dan Luar Negeri serta Integrasi Penelitian ke dalam Pengabmas." Narasumber menyoroti pentingnya membangun jejaring kolaborasi lintas institusi, memperluas kemitraan internasional, serta mengintegrasikan hasil penelitian ke dalam kegiatan pengabdian sehingga inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat diterapkan secara nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sementara itu, Prof. Dr. Okid Parama Astirin, M.S. menyampaikan materi "Indikator Target Ketercapaian Luaran Pengabmas." Pembahasan difokuskan pada strategi merumuskan luaran yang terukur, relevan dengan indikator penilaian hibah nasional, serta memiliki nilai keberlanjutan sehingga mampu meningkatkan kualitas proposal maupun keberhasilan pelaksanaan program pengabdian.

Tidak hanya memperoleh materi konseptual, para peserta juga mengikuti sesi diskusi yang berlangsung dinamis. Berbagai isu dibahas secara mendalam, mulai dari penyusunan metodologi berbasis kebutuhan masyarakat, strategi meningkatkan peluang pendanaan kompetitif, pengembangan desa binaan, integrasi hasil penelitian ke dalam program pengabdian, hingga penyusunan luaran yang memenuhi standar penilaian nasional.

Melalui coaching ini, Poltekkes Kemenkes Semarang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas dosen dalam menghasilkan program pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas, inovatif, dan berkelanjutan. Peningkatan kualitas proposal diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan perolehan pendanaan nasional, tetapi juga memperluas kontribusi institusi dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi berbagai permasalahan kesehatan di masyarakat.

Dengan penguatan kompetensi penyusunan proposal yang dilakukan secara berkelanjutan, Poltekkes Kemenkes Semarang optimistis dapat menghasilkan lebih banyak program pengabdian yang memberikan dampak nyata, memperkuat jejaring kolaborasi, serta mendukung terwujudnya pembangunan kesehatan yang berkelanjutan di Indonesia. (Pusat P2M, 2025)

 

Tanggal berita: 21 Oktober 2026